Kepala Puskesmas Pangaribuan Jarang Masuk Kantor, Bupati Diminta Tindak Dugaan Pelanggaran Disiplin

| oleh -96x Dilihat
Screenshot

TAPANULI UTARA, (HarianSumut)

Warga Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, mengeluhkan Kepala Puskesmas Pangaribuan, dr. Donda Purba, yang jarang masuk kantor. Jarangnya dr. Donda masuk kantor ini dapat menimbulkan masalah serius yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan di masyarakat.

Tidak disiplinnya Kepala Puskesmas ini dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas. Pelayanan kesehatan dapat berdampak negatif jika jarang masuk kantor, pelayanan kesehatan seperti konsultasi dokter, pemberian obat, dan kegiatan promotif preventif bisa terhambat.

Dampak lain juga dapat menyebabkan kurangnya pengawasan terhadap staf Puskesmas dan juga pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien yang berobat.

Masyarakat bisa merasa tidak puas dan kehilangan kepercayaan terhadap Puskesmas jika pimpinannya jarang terlihat di tempat kerja.

Baca Juga:  Tidur di Kamar Bung Karno, Bobby Nasution Dapat Apresiasi dan Dorongan Kembangkan Wisata Sejarah Sumut

Kepala Puskesmas yang jarang masuk kantor juga dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang atau korupsi waktu.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 05 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pasal 23 Kewajiban Pegawai ASN ayat (6) yaitu menunjukkan Integritas dan Keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam Kantor maupun di luar Kantor.

Menurut warga, kalau tidak ada dokter yang standby di Puskesmas, bagaimana pelayanan pada masyarakat yang sedang sakit dapat ditangani dengan maksimal. Gak efektif penanganan kepada pasien yang akan berobat atau ditangani dengan ber video call antara dokter dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Pangaribuan.

“Kadang kami merasa khawatir dengan hal tersebut, kami sangat berharap agar pihak terkait memberikan atensi khusus agar pelayanan maksimal dapat diberikan,” ujar warga, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga:  Atlet Taekwondo Kota Sibolga Raih 17 Medali di Malaysia, Wali Kota Berikan Bonus Rp 30 Juta

Masyarakat berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara memberikan sanksi tegas kepada dr. Donda Boru Purba, baik berupa pembinaan atau pencopotan dari jabatannya. Jika tidak ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan menular kepada oknum-oknum lainnya.

Warga juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dan Denny Lumban Toruan peduli, ambil sikap demi meningkatkan pelayanan masyarakat Tapanuli Utara khususnya dikecamatan Pangaribuan.

”Bupati harusnya tindak tegas dan evaluasi jabatan Kepala Puskesmas yang tidak disiplin,” ujar warga,

Puskesmas Pangaribuan adalah Puskesmas rawat inap yang membutuhkan pelayanan maksimal dari dokter dan stafnya. (EJP/Red)