Penulis : (Eduard JP.Hutapea)
TAPUT, (HarianSumut)
Satu tahun kepemimpinan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng. menjadi fase penting konsolidasi pemerintahan di tengah tantangan fiskal, dinamika kebijakan nasional, serta kondisi geografis daerah yang rawan bencana.
Dengan keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menapaki langkah pembangunan melalui pendekatan kolaboratif, adaptif, dan berbasis prioritas, menyentuh sektor-sektor strategis yang langsung berdampak pada masyarakat.
Penguatan tata kelola pemerintahan menjadi fondasi awal. Pelantikan Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si. sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara menandai upaya serius membangun birokrasi profesional dan berintegritas.
Bupati menegaskan bahwa Sekda adalah leader birokrasi, bukan jabatan politis, yang dituntut mampu merangkul seluruh OPD dan menggerakkan roda pemerintahan secara cepat dan terukur. Penegasan fakta integritas serta dorongan kolaborasi menjadi pesan utama agar kinerja pemerintahan tetap solid di tengah keterbatasan fiskal.
Komitmen ini diperkuat melalui partisipasi aktif Sekda Taput dalam Rakornas Sekda dan Bappeda se-Indonesia di Jatinangor. Sinkronisasi program pusat dan daerah menjadi kunci agar peluang program nasional dapat dimanfaatkan maksimal, terutama bagi daerah dengan PAD terbatas dan beban belanja tinggi seperti Tapanuli Utara.
Di sektor pendidikan, Pemkab Taput fokus pada pembenahan mutu dan karakter, bukan sekadar pembangunan fisik. Pemkab Taput meluncurkan berbagai inovasi pendidikan seperti TAPAMAJU, SAITAPAIAS, serta penguatan literasi dan numerasi sejak dini.
Kunjungan langsung ke sekolah-sekolah, penyerahan penghargaan kepada penulis lokal, serta dorongan pemanfaatan teknologi menjadi upaya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal.
Komitmen tata kelola pendidikan juga tercermin dari hasil pemeriksaan BPK RI yang menyatakan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Taput telah berjalan sesuai regulasi. Ini menjadi bukti bahwa meski anggaran terbatas, akuntabilitas tetap dijaga.
Sektor kesehatan menjadi wajah pelayanan pemerintah. Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Tapanuli Utara kembali meraih UHC Award Kategori Madya 2026, menegaskan keberhasilan menjaga cakupan jaminan kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati secara konsisten mengingatkan tenaga kesehatan agar menjaga kualitas layanan dengan prinsip Available, Reliable, dan Sustainable. Berbagai tantangan seperti keterbatasan SDM, distribusi nakes, hingga penanganan stunting dan penyakit menular dihadapi dengan pendekatan koordinatif lintas sektor.
Di tengah masa transisi kepemimpinan Dinas Kesehatan, komitmen pelayanan tetap terjaga melalui pendekatan humanis dan empatik, memastikan layanan dasar tetap berjalan bagi masyarakat.
Pada sektor PUPR, pendekatan yang diambil tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Survei jalan rusak, gotong royong pembersihan drainase, serta penanganan longsor di berbagai titik menjadi bukti
kehadiran pemerintah di lapangan.
Bupati dan Wakil Bupati turun langsung meninjau jalur-jalur vital yang terdampak longsor, termasuk Jalur Lintas Sumatera Taput–Tapteng. Koordinasi lintas daerah, lintas OPD, hingga pemerintah pusat menjadi strategi utama agar keterbatasan anggaran daerah tidak menghambat pemulihan akses dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kondisi fiskal yang menantang, Pemkab Taput berupaya menjaga keseimbangan pembangunan dan pelayanan publik. Gerakan menanam didorong sebagai bagian dari pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.
Di sisi lain, Pemkab juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga keuangan terkait restrukturisasi dana PEN demi menjaga ruang fiskal daerah. Kebijakan sulit seperti penyesuaian tenaga honorer dihadapi dengan komunikasi terbuka dan upaya mencari solusi terbaik agar dampak sosial dapat diminimalkan.
Sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama. Pemkab Taput menegaskan keberpihakan kepada petani melalui dukungan pertanian berkelanjutan, pertanian organik, serta penjajakan inovasi pertanian terpadu.
Kunjungan kerja ke HOB Farming di Bogor menjadi bagian dari upaya transfer pengetahuan dan teknologi agar pertanian Taput mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah
Sebagai daerah rawan bencana, Tapanuli Utara menghadapi tantangan berat. Longsor dan banjir yang melanda sejumlah kecamatan ditangani dengan langkah cepat dan terkoordinasi, meski dengan keterbatasan anggaran.
Sekretaris Daerah bersama OPD turun langsung ke lokasi bencana, berjalan kaki menembus medan berat, mengoordinasikan tim SAR, membuka akses jalan, mendirikan dapur umum, dan memastikan distribusi logistik berjalan. Pemerintah juga mengedepankan mitigasi berbasis lingkungan melalui penanaman pohon dan penguatan kesadaran masyarakat.
Upaya penanggulangan bencana ini menjadi cerminan kolaborasi nyata antara Bupati, Wakil Bupati, Sekda, OPD, TNI/Polri, relawan, hingga masyarakat, bekerja bersama demi keselamatan dan pemulihan warga.
Hampir satu tahun perjalanan ini menunjukkan bahwa pembangunan Tapanuli Utara dijalankan bukan dengan kemewahan anggaran, melainkan dengan kepemimpinan yang kolaboratif, kerja nyata, dan keberpihakan pada masyarakat.
Bupati dan Wakil Bupati Taput menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan sinergi lintas sektor, dukungan masyarakat, serta kerja bersama pemerintah pusat dan provinsi, Tapanuli Utara terus melangkah maju untuk membangun daerah yang tangguh, berdaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (EJP/Red)





