Wakil Bupati Tapanuli Utara Hadiri High Level Meeting TPID Provinsi Sumatera Utara

| oleh -54x Dilihat

MEDAN, (HarianSumut)

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Engn hadiri langsung High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bertempat di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan. Jumat (6/2/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi di daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H dengan fokus pembahasan pada empat pilar utama pengendalian inflasi daerah yang dikenal dengan istilah 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

Gubernur Sumatera Utara menekankan beberapa poin penting dalam arahannya, seperti perlunya komunikasi publik yang efektif untuk mencegah kepanikan masyarakat, penguatan tugas dan fungsi TPID di tingkat daerah, serta dorongan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendukung ekosistem rantai pasok komoditas pangan strategis. Ia juga mengusulkan kerjasama antar daerah surplus dan defisit pangan untuk mengurangi disparitas harga.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan 1446 H, Bupati Batubara Mandi Belimau

Dalam kesepakatan tindak lanjut yang dicapai, beberapa langkah strategis disepakati, seperti peningkatan frekuensi dan efektivitas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) agar tepat waktu dan tepat sasaran. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Selain itu, Bulog ditugaskan untuk menambah pasokan daging sapi dan/atau kerbau ke Sumatera Utara untuk menjaga stabilitas harga, bekerja sama dengan Pemda, Bank Indonesia, dan pedagang daging sapi. Kerjasama juga akan dilakukan dengan produsen daging ayam ras dan telur ayam ras mitra Bulog untuk meningkatkan pasokan menjelang HBKN.

Pemerintah daerah juga akan melakukan penyesuaian terhadap rencana kenaikan tarif administered prices untuk menghindari beban berlebih pada masyarakat selama tekanan inflasi tinggi. Implementasi Early Warning System dan protokol intervensi harga juga akan diterapkan, dengan sinergi antara TPID dan Satgas Pangan, serta kerjasama lebih lanjut dengan UMKM untuk menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.

Baca Juga:  Serah Terima Jabatan, DR H. Anton Achmad Saragih Resmi Pimpin Simalungun 2025-2030

Menanggapi arahan tersebut, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan mengungkapkan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan di daerah penghasil, dengan fokus pada produksi pangan, ketersediaan pasokan, dan distribusi komoditas yang mempengaruhi inflasi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TPID Provinsi dan daerah untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat Tapanuli Utara dapat merayakan hari raya dengan tenang, tanpa khawatir tentang ketersediaan pangan atau harga yang tidak terjangkau,” tutup Deni Lumbantoruan. (EJP/Red)