Sejumlah Masyarakat Berastagi Mempertanyakan APBD Karo Terkait Kerusakan Badan Jalan

| oleh -56x Dilihat

KARO, (HarianSumut)

Terkait Kerusakan sejumlah badan jalan di Kecamatan Berastagi, Kabuoaten Karo,  Sumut, warga menduga Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, OG, M,kes, seperti kurang perhatian terhadap perbaikan jalan.

Seperti halnya jalan tembusan simpang empat Ndokum siroga tiganderket dan  kabanjahe sudah cukup lama rusak, sehingga membuat pengguna jalan baik pengendara roda dua maupun roda empat merasa kesal saat melewati  jalan tersebut.

Salah seorang warga desa tangkulen Intan br tarigan kepada Harian Sumut, Jampang ginting, Sabtu (7/2/2026) pagi mengatakan badan jalan yang mengelupas sangat membahayakan pengguna jalan dan sering menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, apa lagi di saat hujan, maka lubang jalan tersebut penuh digenangi air.

Baca Juga:  Soroti Biaya Perjalanan Dinas Ketua DPRD Deliserdang, AMPK Lakukan Unjuk Rasa, Ketua DPRD Menghilang tanpa Kabar

Lebih lanjut dikatakan Intan, akibat jalan berlubang-lubang dan tidak rata, pengendara roda dua sudah beberapa kali terjatuh, harusnya Pemkab Karo secepatnya memperbaiki Kerusakan  badan jalan tersebut.

“Kami berharap Bupati memperhatikan  kerusakan jalan ini, sebab bisa menyebabkan perekonomian pertanian dari desa Pelosok, terkena dampaknya,” tegas Intan.

Selain itu, sejumlah masyarakat Kecamatan Berastagi juga mempertanyakan kemana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sehingga ruas badan jalan rusak tak ada perbaikan.

Baca Juga:  Bupati Simalungun Hadiri Perayaan Natal Bersama Universitas Efarina: Berjalan Bersama Dalam Belarasa, Menggendong Beban Sesama

Pantauan Harian Sumut, Jampang Ginting di lapangan, kerusakan badan jalan udara menuju simpang empat Ndokum siroga dan Tiganderket kabanjahe terlihat cukup parah.

Bupati Karo perlu segera mengambil tindakan terkait kerusakan badan jalan di jalan udara guna menjaga keselamatan warga Berastagi dan sekitarnya khususnya pengguna jalan seperti pengendara roda dua. (JG/Red)