Buka Seminar EduDay 2026, Wabup Asahan : Mengintegrasikan AI dan Pemrograman ke Ruang Kelas Pembelajaran

| oleh -55x Dilihat

ASAHAN, (HarianSumut)

Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.A.P, secara resmi membuka kegiatan Seminar EduDay 2026 yang diselenggarakan di Ballroom Antariksa Hotel Kisaran, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini mengusung tema: “Empowering Future Thinkers: AI and Coding into Deep Classroom – Deep Learning in Action: Rethinking Assessment, Engagement, and Curriculum.”

Tema tersebut menekankan pentingnya memberdayakan generasi masa depan melalui integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pemrograman (coding) dalam pembelajaran mendalam di kelas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asahan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Seminar EduDay 2026 yang dinilai sangat luar biasa dan melampaui ekspektasi.

Beliau menegaskan bahwa: Dunia pendidikan saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan dan pembelajaran berbasis pemikiran kritis.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dari para guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Selain itu, Wakil Bupati turut menyoroti berbagai program strategis pemerintah di bidang pendidikan, seperti: Pengembangan sekolah unggulan, Persiapan kehadiran MAN Insan Cendekia serta Program Sekolah Garuda.

Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah investasi di bidang pendidikan, karena akan melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga:  Lestarikan Kebudayaan, Pemkab Deli Serdang Adakan Pagelaran Budaya & Lomba Tari

“Pemerintah Kabupaten Asahan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan,” sebut Wabup.

Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan pihak swasta diharapkan mampu: Meningkatkan kualitas pembelajaran; Mendorong inovasi di sekolah; Mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Seminar EduDay 2026 didasarkan pada sejumlah regulasi, antara lain: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

Dijelaskannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi kepala sekolah serta tenaga pendidik, menjadi sarana berbagi inovasi dan praktik baik di bidang pendidikan, memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan serta mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan di Kabupaten Asahan.

“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum dalam memperkuat peran pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” sebutnya.

Sementara perwakilan dari penerbit Erlangga dalam sambutannya menegaskan bahwa dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, khususnya dalam perkembangan teknologi.

Baca Juga:  Bupati Simalungun Buka Puasa Bersama Masyarakat Bandar Masilam

Ia menyampaikan bahwa pembelajaran tidak lagi cukup berfokus pada hafalan, peserta didik perlu dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Pendekatan deep learning menjadi kunci dalam memahami materi secara mendalam.

“Coding dan kecerdasan buatan kini menjadi keterampilan dasar, bukan lagi pilihan tambahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran guna menciptakan generasi yang adaptif dan siap bersaing secara global,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, jajaran pemangku kepentingan pendidikan, serta ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah tingkat TK SD dan SMP se-Kabupaten Asahan beberapa guru.

Seminar ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kompetensi tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Asahan.

Seminar EduDay 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Asahan menuju sistem pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, serta pelaksanaan seminar sebagai inti acara. (Rls/Red)