Diduga Main Hakim Sendiri, Seorang Warga Tewas Usai Dikejar di Kebun Bah Jambi

| oleh -152x Dilihat

SIMALUNGUN, (HarianSumut)

Seorang pria bernama Boni, warga Huta Korem, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terlibat aksi pencurian sawit (ninja sawit) di area perkebunan PT JWM, Afdeling II Bah Jambi, Senin (22/9/2025) dini hari.

Informasi yang beredar menyebutkan, sekitar pukul 02.00 WIB, tiga orang yang diduga sebagai pelaku ninja sawit beraksi di Blok 63, Afdeling II Bah Jambi. Mereka kemudian dikejar oleh sejumlah karyawan dan petugas keamanan kebun, di antaranya:

1. Roni (PKWT Afdeling II Bah Jambi),

2. Ngatiren (Mandor Panen),

3. Septa (Karyawan Afdeling II Bah Jambi),

4. Suriadi (Krani Afdeling II Bah Jambi),

Baca Juga:  Kasat Lantas Polres Toba Berikan Edukasi Tertib Berlalulintas Kepada Pelajar SMAN 1 Parmaksian

5. serta dua orang tenaga outsorsing pengamanan PT JWM.

Dalam pengejaran tersebut, korban Boni terjatuh dan tidak sadarkan diri. Kedua rekannya hingga kini belum diketahui identitasnya.

Korban sempat dibawa ke kantor koordinator keamanan (Korkam/Papam) menggunakan mobil double cabin milik askep, dalam kondisi masih pingsan dan diduga sudah diborgol. Sejumlah saksi menyebut, korban sempat “ngorok” di kantor keamanan sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Kebun Bah Jambi.

Namun, perawat di puskesmas tidak sanggup memberikan pertolongan karena kondisi korban yang semakin kritis. Keluarga kemudian diminta membawa korban ke rumah sakit, namun saat tiba di sana ia dinyatakan meninggal dunia.

Sejumlah warga mempertanyakan penanganan terhadap korban. Ada dugaan keterlambatan pertolongan karena:

Baca Juga:  Tim Gabungan Polri-TNI Gerebek Lokasi Judi di Pancur Batu, Dihadang Warga

1. Korban yang pingsan sempat dibiarkan tanpa segera dibawa ke fasilitas medis.

2. Korban dibawa ke kantor Korkam terlebih dahulu, bukan langsung ke puskesmas.

3. Saat di puskesmas, korban masih dalam kondisi tangan diborgol.

4. Waktu kritis yang semestinya bisa digunakan untuk menyelamatkan korban diduga terbuang percuma.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Bah Jambi. Pihak keluarga korban dan warga setempat meminta adanya penyelidikan resmi untuk memastikan penyebab pasti kematian Boni.

Assisten SDM Kebun Bah Jambi, Vincent Nadeak saat dihubungi tim media minta tanggapannya mengatakan masih berada di Polsek Tanah Jawa. (Red)