PANCUR BATU, (HarianSumut)
Kepala SMAN 1 Pancur Batu, Kanupaten Deli Serdang, Sumut diduga kutip uang SPP. Pengutipan tersebut dilakukan oleh Pihak Guru setiap bulan sebesar Rp 100 ribu dan Rp 200 ribu per Siswa.
Sedangkan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) cukup besar diterima oleh kepala sekolah SMA Negeri 1 dari Pemerintah, namun Uang SPP masih diminta kepada Siswa.
Diketahui, adanya pengutipan uang SPP tersebut atas laporan sejumlah siswa disaat konfirmasi, Kamis (5/2/2026), ia mengatakan Kepada Harian Sumut Jampang, bahwa uang SPP ada yang Rp 100 ribu dan ada juga yang Rp 200 ribu.
“SPP ada Rp 100 ribu dan ada jug Rp 200 ribu bang,” ujar siswa.
Namun ketika hendak dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMAN 1 tersebut tidak ada di ruang kerjanya.
Security mengatakan kepada Harian Sumut, Jampang Ginting, sang Kepsek sedang tidak ada di sekolah dan mengatakan sedang pergi ke Kantor Dinas.
“Keosek pergi ke Dinas Pendidikan, katanya ada acara,” ucap Security.
Adany dugaan pengutipan uang SPP di SMA Negeri 1 Pancur Batu tersebut, diminta agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang untuk segera mengaudit penggunaan anggaran dana BOS yang dianggarkan Pemerintah ke Sekolah agar dapat tepat sasaran.
Sebab Dana BOS adalah program yang diusung Pemerintah untuk membantu sekolah di Indonesia agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih optimal.
Bantuan dana BOS tersebut dipergunakan untuk keperluan di Sekolah seperti pemeliharaan sarana dan prasarana hingga membeli alat multimedia untuk menunjang kegiatan mengajar dan belajar.
Namun Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pancur Batu tersebut diduga masih membebankan seluruh orangtua siswanya melalui pembayaran uang SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) setiap bulan. (JG/Red)





