Menu MBG Asalan, Siswa SMAN 6 Kota Pematangsiantar Kecewa

| oleh -67x Dilihat

PEMATANGSIANTAR, (HarianSumut)

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 6 Kota Pematangsiantar menuai sorotan dari para siswa. MBG dengan menu yang dinilai asalan membuat para siswa kecewa.

Menu makanan yang diberikan dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan konsep program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar pelajar.

Selain persoalan menu, proses pengantaran makanan juga disebut kerap mengalami keterlambatan. Akibatnya, para siswa harus menunggu cukup lama hingga makanan tiba di sekolah.

Beberapa siswa juga mengaku kualitas makanan yang diterima terkadang kurang baik. Bahkan, ada yang menilai makanan tersebut tidak layak dikonsumsi.

“Kadang makanannya sudah tidak segar, bahkan pernah terasa basi dan bau amis,” ujar salah seorang siswa yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional

Siswa lainnya mengatakan mereka sebenarnya menyambut baik adanya program makan gratis dari pemerintah, namun berharap kualitas makanan dapat lebih diperhatikan.

“Kami senang ada program ini karena bisa membantu siswa. Tapi kami berharap menunya lebih baik, bersih, dan bergizi. Kalau bisa juga datang tepat waktu supaya bisa dimakan saat jam istirahat,” ungkap siswa lainnya.

Para siswa berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah mereka, baik dari sisi kualitas menu, kebersihan makanan, maupun ketepatan waktu distribusi. Dengan adanya perbaikan tersebut, program yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan pelajar itu diharapkan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang dicanangkan pemerintah.

Baca Juga:  Pemkab Samosir Gelar Vaksinasi Rabies Massal, Target Bebas Rabies 2027

Seperti terjadi pada Kamis (5/2/2026), siswa disuguhi MBG dengan menu sebuah roti harga Rp 1000 tak segar yang tidak ada label kadaluarsanya, bubur kacang hijau yang encer dan hanya sebanyak 3 sendok makan dan buah alpokat yang mentah dan berukuran kecil.

“Menunya kurasa hanya berbiaya Rp 6000, dan buah alpokatnya harus diperam tiga hari baru bisa dimakan,” ujar salah seorang siswa.

Sementara Kepala Badan Gizi Nasional Wilayah Kota Pematangsiantar, yang terkait dengan program pengawasan Gizi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kota Pematangsiantar, Dinda Lestari belum membalas konfirmasi yang dilayangkan tim media terkait sajian menu MBG yang dinilai mengecewakan. (Tim/Red)