Pemkab Samosir Gelar Gerakan Pangan Murah, Diserbu Ratusan Warga

| oleh -59x Dilihat

SAMOSIR, (HarianSumut)

Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) menyambut Ramadhan–Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Samosir menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah di Gedung Food Court Lt. 1 Waterfront Pangururan, Selasa (03/03/2026).

Turut hadir Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Ketapang, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kasi Datun Kejari Samosir Maulita Sari, serta Kabag Perekonomian Nancy Lusiana Marbun.

Dijual di bawah harga pasaran, ratusan warga menyerbu pasar murah dan tampak antusias berbelanja kebutuhan pokok. Adapun barang yang dijual berupa beras SPHP kemasan 5 kg dengan harga Rp60.000/kemasan, minyak goreng Rp15.500/kg, telur ayam ras Rp50.000/papan, gula pasir Rp17.500/ kg, bawang merah Rp28.000/ kg, cabai merah Rp20.000/ kg, tomat Rp9.000/kg, dan kentang Rp8.000/kg.

Bupati Samosir yang diwakili Asisten II Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa gerakan pangan murah terlaksana berkat sinergitas yang dijalin Pemkab Samosir dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog Pematang Siantar. Hal ini bertujuan untuk pengendalian inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.

Baca Juga:  Polres Simalungun Pastikan Situasi Aman Jelang Pilkada, Tak Ada Potensi Konflik di 32 Kecamatan

“Semua daerah berupaya mengendalikan harga di daerahnya sehingga inflasi dapat terkendali. Pemerintah Kabupaten Samosir hadir mengendalikan ketersediaan dan harga bapokting di masyarakat. Di gerakan pangan murah ini, harganya lebih rendah dibandingkan di pasaran,” jelas Hotraja.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah ini menjadi penyeimbang. Sebagai daerah tujuan wisata, Kabupaten Samosir tetap berupaya mencegah gejolak kenaikan harga dan menjamin ketersediaan pasokan.

“Sebagai daerah tujuan wisata, kondisi ketersediaan dan harga harus tetap dijaga. Kita harus siap menyambut tamu-tamu, salah satu caranya dengan mencegah gejolak harga dan pemerintah hadir. Semoga pangan murah ini dapat menyentuh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Hotraja juga menyampaikan bahwa Pemkab Samosir menerapkan kebijakan program pertanian untuk pengendalian inflasi, salah satunya dengan perluasan tanam melalui program “Pangula Nature”.

Baca Juga:  Polres Toba Lakukan Gatur dan Jaga Pengamanan di Sejumlah SPBU

Kadis Ketapang, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah ini merupakan kegiatan untuk kedua kalinya setelah dilaksanakan pada Februari lalu. Sumber bahan baku dalam gerakan pangan murah mengutamakan hasil pertanian masyarakat.

Gerakan Pangan Murah di Samosir dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Pangururan pada 03 Maret, Kecamatan Simanindo pada 10 Maret 2026, dan Kecamatan Nainggolan pada 13 Maret 2026. Ia menghimbau masyarakat agar berbelanja secukupnya.

“Silakan berbelanja secukupnya, utamakan yang paling pokok untuk kebutuhan keluarga,” imbuh Tumiur.

Op. Meta Boru Naibaho memanfaatkan gerakan pangan murah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia berbelanja beras, cabai, minyak goreng, dan telur.

“Saya merasa terbantu dengan adanya pangan murah ini, semoga semakin sering dilaksanakan,” kata Op. Meta. (Red)