Penanaman Uji Coba IP 300, Target 1 Ha Hasilkan 9 Ton Bukan Hal Mustahil

| oleh -53x Dilihat

BERINGIN, (HarianSumut)

Pertanian modern harus didukung dengan pengetahuan petani tentang kualitas tanah, pemilihan bibit, serta pengelolaan lahan yang tepat.

Hal ini menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam membangun sektor pertanian secara serius dan berkelanjutan.

“Petani sukses adalah petani yang memahami lahannya. Target 1 hektare (Ha) menghasilkan 9 ton bukan hal mustahil, jika kita tahu kualitas tanah, kebutuhan pupuk, dan manajemen tanam yang baik,” kata Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, pada Penanaman Uji Coba (Demplot) Indeks Pertanaman (IP) 300 dan Uji Laboratorium Keasaman Tanah Sawah yang dilaksanakan PT Pupuk Indonesia bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri I di Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Jumat (6/2/2026).

Wabup menekankan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari tingkat kebahagiaan petani.

“Kami bahagia kalau petani bahagia. Kalau petani sukses, pendapatannya meningkat, keluarganya sejahtera, dan wajah-wajahnya penuh senyum, itu tanda pemerintah berhasil,” ungkap Wabup.

Baca Juga:  Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Happy Oikumenis Daely Hadiri Ibadah Syukur Tahun Baru Sinode GKPI

Ditegaskan pula, Pemkab Deli Serdang terus mendorong petani agar bertransformasi menjadi petani modern dan milenial, yang tidak hanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun, tetapi juga berbasis data, analisis lahan, serta teknologi pertanian.

Selain itu, pengelolaan hasil panen secara bijak juga menjadi hal penting, termasuk mendorong petani untuk menabung dan memanfaatkan layanan perbankan, guna mendukung stabilitas ekonomi masyarakat desa.

Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Deli Serdang, Elinasari Nasution SP MM dalam laporannya menyampaikan, Kecamatan Beringin merupakan salah satu wilayah penopang produksi padi di Kabupaten Deli Serdang dengan luas lahan sawah mencapai 2.932 Ha. Khusus Desa Karang Anyar, untuk lahan pertanian seluas 263 Ha.

“Desa Karang Anyar memiliki potensi besar sebagai sentra produksi padi. Melalui Demplot IP 300 dan pengujian kualitas tanah, kita berharap produktivitas petani dapat terus meningkat,” jelasnya.

Kadis Pertanian juga menerangkan tentang mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi yang harus melalui e-RDKK. Kepada petani, diimbau untuk melaporkan apabila terjadi penyimpangan oleh kios pupuk.

Baca Juga:  Polres Simalungun Ungkap Kasus Pembunuhan Bersaudara dan Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

“Jika kuota pupuk tidak diberikan sesuai ketentuan, silakan laporkan. Kami bersama KP3 dan PT Pupuk Indonesia siap menindak kios pupuk yang nakal,” tegas Kadis Pertanian.

Di kesempatan yang sama, Kadis Koperasi dan UKM, Dr Dra Hj Miska Gewasari MM mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai solusi distribusi pupuk subsidi dan penguatan ekonomi petani.

“Jika pupuk dikelola koperasi desa, yang menjual dan membeli sama-sama anggota koperasi, maka tidak ada ruang untuk permainan harga. Ini juga membuka peluang pengadaan alsintan secara kolektif,” jelas Kadis Koperasi.

Hadir pula di kegiatan itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia; Camat Beringin, M Dhani Mulyawan S SSos MIP; pimpinan organisasi perngkat daerah (OPD) terkait, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan lainnya. (Rls/Red)